Merajut Untung Dari Bisnis Entrepreneur – Usaha.com

Bisnis.com, JAKARTA – Produk rajutan tak hanya dibuat sebagai sandang buat menghangatkan badan. Gulungan benang tadi mampu dimanfaatkan buat membuat kerajinan lain yang tak kalah unik, misalnya sepatu rajut. Tak hanya unik, alas kaki rajutan ini ternyata mempunyai potensi usaha yang menggiurkan.

Salah satu pelaku usaha yang memanfaatkan material benang rajut & membuatnya menjadi produk unik adalah Odah. Perempuan yg lahir dalam 1968 ini menjalankan usaha sepatu rajut semenjak 2011. Perkenalannya menggunakan kerajinan rajutan dimulai ketika beliau masih menjabat menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumedang. Dia bernaung di Komisi C Bidang Pemberdayaan Masyarakat.

Salah satu tugasnya waktu bekerja di DPRD adalah mencari & mengangkat potensi kerajinan pada Sumedang. Saat itu, prioritas pemerintah daerah hanya berfokus dalam produk kayu dan bambu. Dia pun bertemu menggunakan galat satu perajin produk rajutan di sebuah desa di kabupaten Sumedang. 

“Produsen ini membuat bermacam-macam produk yg dibuat menggunakan teknik rajutan. Salah satunya sepatu bayi. Karena melihat tampilannya yang lucu, aku terinspirasi membuat sepatu rajut buat gw sendiri,” pungkasnya.

Odah tak buang saat. Setelah mendapat inspirasi, dia lantas mendatangi si perajin & minta buat diajarkan teknik membuat sepatu rajutan. Agar alas kaki tadi bertenaga dan sanggup digunakan pada luar ruangan, Odah mengombinasikan benang rajut menggunakan sol sepatu dari bahan semi karet. Tak disangka, sepatu impiannya ternyata sebagai fenomena.

“Saya pakai sepatu rajutan ke kantor. Ternyata, poly sahabat yg sukadan ingin pesan. Saya melihat ini sebagai potensi bisnis yang potensial,” ujarnya.

Setelah mendapat permintaan berdasarkan rekan-rekan kantornya, Odah pulang mendatangi perajin sepatu rajut buat memesan. Sayangnya, perajin tersebut tidak sanggup memenuhi permintaannya karena minimnya kapital dan sumber daya manusia. Perajin tersebut malah meminta Odah buat memproduksinya. Odah akhirnya menerima tawaran si perajin.  

“Saya menyiapkan Rp500.000 menjadi modal awal. Uang tadi digunakan buat membeli gulungan benang yang bisa mengasilkan beberapa pasang sepatu, sol semi karet, & beberapa peralatan buat merajut,” jelasnya.

Untuk jenis benang, Odah menggunakan benang katun menjadi material utama. Dia memilih jenis ini lantaran benang katun memiliki kelebihan dibandingkan menggunakan bahan lainnya. Sifat wool dan nylon tidak menyerap panas & gampang melar akan membuat sepatu tak nyaman di pakai. Agar alas kaki bertenaga, Odah merajut benang sebagai beberapa lapisan.

Menurut Odah, para pekerjanya sebagian besardari berdasarkan mak-makrumah tangga yang tinggal dekat dengan rumahnya. Dia menciptakan kelas terbuka bagi siapa saja yang ingin belajar menciptakan sepatu rajut. “Banyak pekerja yg merajut sepatu buat cari penghasilan sampingan. Rata-rata mereka berstatus sebagai petani. Jadi, mereka tiba buat ambil benang & mengerjakan pada rumah masing-masing,” katanya.

Jumlah perempuanyang membantu Odah terus bertambah. apabila awalnya beliau hanya dibantu 5 orang, sekarang beliau mempunyai 30 orang pekerja. Odah dan timnya bisa memroduksi sekitar 100-200 sepatu rajut setiap bulannya. Dia menuturkan, jumlah ini akan terus semakin tinggi seiring menggunakan bertambahnya perajin.

Odah mengategorikan harga sepatu sinkron menggunakan usia pemakainya. Harga sepatu rajut untuk bayi dibandrol sekitar Rp50.000 per pasang. Lebih lanjut, harga alas kaki buat anak-anak berkisar R60.000—Rp125.000 per pasang dan sepatu rajut dewasa Rp150.000—Rp250.000 per pasang. “Margin laba yang didapat menurut bisnis ini berkisar antara 30%-40% per sepatu,” tambahnya.

Menurutnya, sepatu rajut memiliki potensi bisnis yg besar . Selain terlihat unik & menarik, kapital yg dibutuhkan pun tidak berjumlah akbar. Justru, kapital utamanya adalah ketekunan dan kreativitas. “Merajut memang tak gampang. Tetapi, bila sukamenggunakan kegiatannya dan tekun siapa saja pasti bisa menjadikan hal ini menjadi peluang bisnis.”

Simak kabar lainnya seputar topik

artikel ini, di sini :

peluang bisnis

Konten Premium

Nikmati Konten Premium Untuk Informasi Yang Lebih Dalam

Masuk / Daftar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *