Meracik Media Tanam Sendiri, Tanaman Auto Subur

Media tanam sangat diperlukan ketika Anda mulai berkebun. Alasannya adalah membantu mendukung tanaman dan membuatnya lebih kuat. Selain itu, merupakan sumber nutrisi bagi tanaman.

 

Semua jenis tanaman membutuhkannya untuk mendukung pertumbuhannya. Oleh karena itu, Anda harus memilih media yang tepat agar tanaman tumbuh dengan baik dan subur.

 

Ada banyak jenis bahan organik seperti sekam, arang, kompos, pupuk kandang, batang pakis, dll. Anda juga dapat menggunakan berbagai bahan anorganik seperti pasir dan tanah liat.

 

Cara Mencampur Media Tanam yang Baik untuk Tanaman

Ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk mencampur titik tumbuh tanaman. Anda juga harus mengetahui jenisnya agar tidak salah pilih.

 

Siapkan bahan media tanam

Ada beberapa jenis media yang harus Anda ketahui untuk digunakan saat farming. Contohnya termasuk tanah liat, sekam bakar dan mentah, dan sabut kelapa. Masing-masing memiliki karakteristik yang unik.

 

Tanah liat bisa terasa lengket saat disentuh, tetapi bagus untuk mengikat kelembapan dan nutrisi. Berbeda dengan sekam padi karena memiliki poros sehingga memberikan rongga udara dan mudah mengikat air.

 

Pada saat yang sama, sekam padi panggang lebih steril, jadi tidak ada nasi yang menjadi liar. Kandungan karbonnya cukup tinggi sehingga lebih mudah mengikat air, unsur hara dan unsur hara.

 

Selanjutnya, Anda dapat memilih media untuk menumbuhkan kokipit. Kopi adalah bahan alami yang berasal dari ekstrak sabut kelapa. Oleh karena itu, mungkin bisa menjadi solusi bagi Anda yang tertarik berkebun di lahan sempit.

Baca Juga : how to deadhead coneflowers

media tanam campuran

Salah satu ciri media yang baik untuk tanaman adalah memiliki rongga serta gembur dan berpori. Cara mengaduknya dengan mencampurkan berbagai media seperti sekam bakar, sekam mentah dan tanah liat. Sebagai perbandingan, Anda bisa menggunakan 2 tanah liat, 1 kulit panggang, dan 1 kulit mentah. Jika Anda memiliki sabut kelapa, dapat dicampur 1:1 dengan sekam atau tanah liat.

 

Tujuannya adalah untuk memperkaya tekstur. Teksturnya akan menjadi lebih gembur sehingga mudah hancur meski lengket. Tekstur ini mendukung tanaman untuk berkembang.

 

Namun, jika Anda hanya menggunakan tanah liat tanpa campuran, itu akan menempel dan teksturnya akan berubah. Kombinasi ini menjadi media tanam yang baik karena mengikat air dan unsur hara dengan baik.

 

tambahkan kompos

Langkah terakhir adalah menambahkan kompos atau pupuk. Kompos digunakan untuk memperkaya nutrisi dalam campuran media yang disiapkan. Karena itu, tanaman tidak kekurangan nutrisi.

 

Selain itu, membantu meningkatkan kesuburan tanah. Jadi pastikan Anda tidak lupa menambahkan kompos untuk memperkaya nutrisinya. Untuk mendapatkannya juga mudah dan murah.

 

Jumlah kompos yang ditambahkan minimal sepertiga dan maksimal setengah volume media tumbuh. Pastikan jumlahnya tepat, tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit.

Ini karena terlalu banyak kompos dapat berdampak buruk pada tanaman, dan jika kekurangan kompos, pertumbuhannya lambat. Karena itu, komposisinya harus seimbang.

 

Tanaman membutuhkan nutrisi dari kompos untuk tumbuh. Kompos juga dapat berperan dalam membantu memperbaiki tekstur. Setelah Anda memiliki kompos atau pupuk, Anda dapat menggunakannya untuk menanam berbagai tanaman berikutnya.

 

Sangat penting untuk memperhatikan media tempat tanaman ditanam agar tanaman tidak kekurangan nutrisi dan dapat tumbuh dengan optimal. Oleh karena itu, Anda perlu memahami berbagai media tanam dan cara meraciknya.

 

Suka topik tanaman kunjungi www.marylandlawnandgarden.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *