Sistem Bagi Hasil Usaha Kuliner

Saat ini bisnis kuliner semakin berkembang dengan bentuk usaha yang beragam, ada yang dijalankan secara pribadi maupun patungan. Jika menjalankannya dengan patungan bersama pihak lain harus memahami penerapan sistem bagi hasil usaha kuliner. Sebab nantinya bukan hanya keuntungan saja yang dinikmati, tapi harus siap sama-sama menanggung kerugian.

Penerapan Sistem Bagi Hasil

Semua bisnis yang dijalankan bersama pihak lain, termasuk di bidang kuliner memiliki bentuk kerja sama yang bermacam-macam. Dan hal ini juga berdampak pada sistem bagi hasil yang diterapkan nantinya. Jika dilihat dari status dan hubungan pelaku dibagi menjadi tiga, yaitu:

1. Pemodal

Pada jenis pertama ini, pihak yang diajak kerja sama hanya berperan sebagai pemodal atau investor. Pihak tersebut tidak ikut andil dalam pelaksanaan dan pengembangan usaha kuliner. Dan saat membagi hasil, pemodal mendapatkan bagiannya dari dividen. Hasil ini memuat pendapatan kotor yang sebelumnya sudah dikurangi biaya operasional juga investasi.

2. Pemodal Juga Rekan Kerja

Berbeda dengan sebelumnya, di sini pelaku berstatus sebagai pemodal juga rekan yang ikut mengelola kegiatan dalam usaha kuliner. Jadi dalam hal hubungan ini, sistem bagi hasil memuat dua sumber, yakni dividen dan gaji. Pembagian tersebut akan disesuaikan atas perjanjian dan porsi modal yang diberikan masing-masing.

3. Pemodal dalam Bentuk Utang

Bentuk yang ketiga yaitu hubungan antara debitur dan kreditur. Modal yang diberikan oleh investor (kreditur) dihitung sebagai hutang yang harus dikembalikan oleh debitur. Pengembaliannya bisa dengan cara mencicil. Untuk besar bunga dan jangka waktunya ditetapkan bersama saat membuat perjanjian.

Info lainnya : 8 Bisnis Kuliner yang Menjanjikan (Makanan & Minuman)

Tips Usaha Bersama

Membuat bisnis kuliner secara patungan memang menguntungkan, sebab modal dan semua kegiatan ditanggung bersama. Tapi tidak menutup kemungkinan jika sewaktu-waktu ada perdebatan soal sistem bagi hasil usaha kuliner. Oleh karena itu, sebaiknya simak tips berikut agar kerja sama berjalan efektif:

  • Membuat perjanjian tentang bentuk kerja sama dan porsi pembagian hasil.

  • Melakukan pembukuan semua aktivitas yang melibatkan keuangan.

  • Memasang target agar bisa mengevaluasi kekurangan secara bersama-sama.

Demikian uraian tentang penerapan sistem bagi hasil usaha kuliner dengan melihat status dan hubungan pelaku. Penting sekali untuk kedua pihak selalu berkomunikasi serta menjalankan usaha bisnis sesuai perjanjian. Dan alangkah lebih baik jika keuntungan dibagi setelah mengurangi biaya operasional dan produksi.

Temukan artikel lainnya di blog https://www.bangizaltoy.com